Ramayana – Berburu Kijang Kencana – Rama, Kalamarica, Kijang Kencana ….. ( artikel 15 )

Rama, Kijang, Kalamarica ,Cakil,Ramayana - sriwisnu

Kala Marica adalah salah satu pembantu Rahwana yang sakti, Kesaktian yang dimilikinya adalah dia bisa berubah wujud menjadi apapun yang diinginkan. Rahwana menyuruh Kalamarica menjelma menjadi seekor kijang kencana dengan tanduk yang bertahtakan intan berlian. Rahwana sendiri akan menjelma sebagai pertapa tua. Maka berangkatlah Rahwana dan Marica ke hutan Dandaka.

Marica segera menjelma menjadi seekor kijang kencana. Begitu melihatnya, hati Shinta segera tertarik dan ia ingin menangkap serta memelihara kijang kencana tersebut. Tapi kijang itu amat sukar ditangkap. Sita meminta Rama agar Rama menangkap kijang itu untuknya.

Sambil menyandang busur dan anak panah Rama pergi ke dalam hutan untuk menangkap kijang kencana. Diburunya kijang itu, dan akhirnya dipanahlah agar tak dapat berlari lagi. Anak panah Rama melesat tepat mengenai Kijang Kencana. Seketika kijang kencana berubah wujud menjadi Marica.

 

 

Posted in cakil, kalamarica, mahabharata, ramayana, wayang kulit, wayang orang, wayang purwa, wayang wong | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Tari Srikandi Cakil ( artikel 14 )

Bambangan Srikandi Cakil - sri wisnuTari Srikandhi Cakil merupakan pethilan dari cerita Mahabarata. Dimana menceritakan Cakil yang diutus oleh Prabu Jungkungmardeya dari Palanggubarja untuk memboyong Dewi Wara Srikandhi yang akan dijadikan istri Prabu Jungkungmardeya. Di tengah perjalanan Cakil bertemu dengan Srikandhi tetapi Cakil belum tahu kalau sebenarnya wanita yang ditemuinya itu adalah Dewi Wara Srikandhi. Setelah terjadi dialog antara keduanya Cakil terkejut karena ternyata wanita yang ada di hadapannya adalah Dewi Wara Srikandhi yang dicarinya. Dalam dialog itu Cakil menyampaikan pesan dari prabunya untuk memboyong Dewi Wara Srikandhi, karena Srikandhi menolak maka Cakil berusaha memboyong Srikandhi secara paksa sehingga terjadi peperangan antara keduanya dan akhirnya Cakil kalah oleh panah Srikandi.

Posted in cakil, kalamarica, mahabharata, ramayana, wayang kulit, wayang orang, wayang purwa, wayang wong | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Dialog Cakil Dalam Adegan “Perang Kembang” Wayang Orang ( artikel 13 )

Bambangan cakil - sri wisnuTokoh Cakil ternyata tidak ditemukan baik di cerita Mahabharata dan Ramayana India. Dapat disimpulkan bahwa tokoh Cakil hanya ada dalam cerita Mahabharata dan Ramayana (Klamarica) Indonesia.

Dalam Pertunjukan Wayang Kulit Purwa Semalam suntuk kita bisa menemukan tokoh ini dalam adegan Perang Kembang Pathet 9. Di dalam adegan ini biasanya diceritakan bahwa Cakil sedang menjaga tapal batas sebuah kerajaan tertentu, dan tidak diperbolehkan siapapun yang melewatinya. Berikut cuplikan dialog yang biasa terjadi antara Cakil dan Tokoh Bambangan.

Cakil: “E ladalah, sasuwene aku pacak baris ing alas iki, ana satria bagus, baguse uleng-ulengan, dedege ngringin sungsang, lakune njungkar angin. Ayo ngakua, ngakua, ngaku! Sapa jenengmu, endi omahmu, endi omahmu, sapa jenengmu?”

Satria: “Buta, buta pantes temen sesipatanmu, dene takon tanpa parikrama, ucapmu cariwis, tanganmu surawean kaya wong ngegusah.”

Cakil: “E.. Babo, ladak lirih satria iki!”

Saria: “Apa abamu! Buta, sapa pracekamu lan ing ngendi dhangkamu.”

Cakil: “E… Ditakoni durung sumaur malah genti takon”

Satria: ”Jamak lumrah wong tetakon ganti pitakon”

Cakil: “Iya, yen kowe takon marang aku, aku andeling praja Girikadasar, Tumenggung Ditya Klanthangmimis, balik kowe sapa jenengmu lan ngendi pinangkamu?”

Satria: “Yen jeneng ora duwe, yen kekasih ndakwangsuli.”

Cakil: “Nyata ladak satria iki! sapa kekasihmu.”

Satria: “Ya iki satria ing Tanjunganom, Raden Angkawijaya kekasihku”

Cakil: “Sumedya marang endi lakumu?”

Satria: “Ngetut tindaking suku, nuruti kareping budi”

Cakil: “E..Ladalah! Yen kena ndak eman becik balia, aja mbacut, halaran alas iki lagi dadi sesengkerane gustiku, yen ana janma liwat kudu bali.”

Satria: “Aweh ya mbacut, ora aweh ya mbacut.”

Cakil: “E..Bojleng-bojleng belis laknat jeg-jegan! Apa wani marang aku?”

Satria: “Kang ndak wedeni apamu”

Cakil: “E, lah keparat. Kekejera kaya manuk branjangan, kopat kapita kay ula tapak angin, kena ndak saut, ndak sabetake, sida sumyur kwandhamu.”

Satria: “Mara dikepara ngarsa.”

Setelah terjadi peperangan antara Cakil dan tokoh Bambangan, akhirnya Cakil selalu tertusuk oleh keris nya sendiri (senjata makan tuan). Makna filosofisnya  bahwa kita semua harus selalu berhati-hati dan waspada terhadap apapun, termasuk waspada dengan diri kita sendiri.

Posted in cakil, kalamarica, mahabharata, ramayana, wayang kulit, wayang orang, wayang purwa, wayang wong | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Tari Bambangan Cakil (artikel 12)

Tari Bambangan Cakil merupakan sebuah Tari Klasik yang berasal dari Jawa dengan menggunakana gaya tari Surakarta. Tari ini menceritakan peperangan antara kebaikan dan kebatilan yang dilambangkan dengan perang ksatria melawan raksasa. Ksatria adalah tokoh yang bersifat halus dan lemah lembut, sedangkan Raksasa menggambarkan tokoh yang kasar dan bringas.

Didalam pementasan Wayang Kulit, adegan perang kembang ini biasanya keluar tengah-tengah atau di Pathet Sanga. Perang antara Ksatria (Bambangan) melawan raksasa ini sangat atraktif, dalam adegan ini juga bisa digunakan sebagai tempat penilaian seorang dalang dalam menggerakkan wayang.

Makna yang terkandung dalam tarian ini adalah bahwa segala bentuk kejahatan, keangkara murkaan pasti kalah dengan kebaikan.

Ternyata Ini filosofi yang terkandung dalam tarian ini. Dalam kehidupan ini Tarian Bambangan Cakil bisa diasumsikan pada kehidupan siswa yang sedang belajar kemudian mendapatkan berbagai kesulitan tapi akhirnya bisa lulus juga. Tarian ini bisa juga menggambarkan dua orang yang sedang memadu kasih yang dalam perjalannya senantiasa mendapatkan cobaan dari sekitarnya, tetapi akhirnya masalah-masalah tersebut bisa diatasi dan akhirnya bisa naik ke pelaminan. Karena sebuah pernikahan akan membentuk sebuah Rumah Tangga baru,dan ini akan seperti sebuah Kapal yang akan mulai berlayar, semakin ketengah samudra, maka akan semakin banyak badai yang akan menerpa.

Belajar dari filosofi Tarian Bambangan Cakil, kita harus bisa memerangi Hawa nafsu kita untuk bisa memanangkan apa yang menjadi harapaan dan tujuan hidup kita.

 

 

Posted in cakil, kalamarica, mahabharata, ramayana, wayang kulit, wayang orang, wayang purwa, wayang wong | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Belajar Cara Mengenakan Pakaian Tari Jawa Gaya Surakarta (Pria) …. (artikel 11)

cakil - sri wisnuTokoh Cakil dalam Seni Tari Jawa Gaya Surakarta tidak terlepas dari wayang kulit purwa, baik dari segi tata rias, gerak, suara, maupun tata busana. Dalam tata busana tari jawa gaya Surakarta dikenal beberapa macam (item) barang yang harus dikenakan, seperti kathog, jarik, stagen, sabuk timang, uncal, boro, samir, sampur, klat bahu, binggel, srempang, gelang, kalung kace, wok, irah-irahan, sumping, dan keris.

Video ini berisi mengenai bagaimana cara mengenakan pakaian tari jawa gaya Surakarta secara umum pada tokoh pria. Dijelaskan juga nama barang (item) beserta bagaimana cara mengenakannya.

 

(penulis: Anggara SW)

Posted in cakil, kalamarica, mahabharata, ramayana, wayang kulit, wayang orang, wayang purwa, wayang wong | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Belajar Tata Rias (Make up) Wajah Cakil (artikel 10)

cakil - sri wisnuCakil is an interesting character in Wayang Kulit Purwa. We can find this character in The Javanese Mahabharata and The Ramayana Story (Cakil as Kalamarica). In the javanese classical dance there are various kind of the face make up of Cakil. This video contains how to do the face make up of Cakil (simple one).

Cakil merupakan sebuah tokoh yang menarik. Kita bisa menemukan tokoh ini di cerita Mahabharata dan Ramayana (Cakil=Kalamarica). Di dalam seni tari jawa gaya surakarta, kita bisa menemukan beberapa macam gaya (corak) make up wajah Cakil.

Video ini berisi mengenai salah satu bentuk make up wajah Cakil yang sederhana.

 

(penulis: Anggara SW)

Posted in cakil, kalamarica, mahabharata, ramayana, wayang kulit, wayang orang, wayang purwa, wayang wong | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Belajar Gerak Dasar Cakil – Latihan “Perang Kembang” dalam Seni Tari (artikel 9)

cakil - sri wisnuWayang kulit purwa sebagai sebuah pertunjukan ternyata memiliki beberapa adegan. Salah satunya adalah adegan Perang Kembang. Dalam adegan ini kita bisa melihat tokoh Cakil sedang menggoda dan menghalangi seorang ksatria dalam mencapai tujuan hidupnya. Dalam adegan ini terjadi peperangan antara Cakil dan ksatria yang akhirnya dimenangkan oleh ksatria. Itu merupakan symbol bahwa si ksatria sudah bisa meredam ke empat hawa nafsunya yaitu amarah, aluamah, supiah, dan mutmainah yang diwujudkan dalam bentuk buto Cakil dan kawan-kawannya.

Video ini berisi gerak dasar Cakil dalam adegan Perang Kembang dalam bentuk tari yang diadaptasi dari wayang kulit purwa.

 

(penulis: Anggara SW)

Posted in cakil, kalamarica, mahabharata, ramayana, wayang kulit, wayang orang, wayang purwa, wayang wong | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment